Jumat, 02 April 2010

cantik bukanlah segalanya

Sekilas tentang cantik
Membahas tentang cantik mungkin tak akan ada habis-habisnya menjadi buah bibir, terutama bagi perempuan yang selalu ingin tampil lebih cantik di muka orang, cantik juga bisa membuat kita jadi kufur, (masa sih? Ih serem juga ya..). Sebenarnya apa sih makna dari cantik itu sendiri? Kalau di jabarkan “cantik” itu singkatan dari Cerminan Akhlak Nan Terpuji Idaman Kaum ikhwan (he...he... nyambung ngga yah singkatannya) ya begitu deh kira-kira. Tinggal kita sendiri yang memasukan diri kita ke dalam cantik itu.

Cantik perlu ngga sih?
Menurut kebanyakan para wanita mungkin cantik itu perlu bahkan ada loh yang tidak bisa menanggalkan kecantikannya dalam lima menit saja sampai-sampai kalau ada satu kosmetik yang lupa ia pakai pasti akan membuat ia menjadi tidak percaya diri, sebentar-sebentar bercermin bahkan kaca mobil orang pun ia jadikan sebagai cerminnya, (wah sampai segitunya ya..). Ini ada sebuah kisah yang perlu di renungkan dan sebut saja namanya Maria, Ia adalah mahasiswa di salah satu universitas, paras tubuhnya yang langsing bak biola di tambah polesan make up wajah membuatnya seperti bidadari, bahkan menjadi idaman para kaum adam di kampusnya, rambutnya yang terurai dan senyuman manisnya membuat kaum pria kembang kempis. Sampai suatu ketika senyum itu tak lagi tampak menghiasi wajahnya ntah persoalan apa yang menderitanya, ia lebih sering menyendiri, belakangan terakhir ia bahkan tak tampak lagi di kampusnya itu semua membuat sahabatnya khawatir dan memberanikan diri untuk bertanya kepadanya, setelah mendengar penjelasan dari Maria yang sambil tersedu-sedu, sahabatnyapun terkejut bukan main ia tengah di aniaya bahkan di perkosa oleh sejumlah pria beberapa hari yang lalu sepulang kuliah. Sampai-sampai ia ingin mengakhiri hidupnya (Na’udzubillah).
Sebenarnya islam sudah mengatur semuanya dalam Al-Qur’an. Cuma kitanya aja yang belum melek akan keistimewaan kandungan yang ada dalam kitab yang paling sempurna. Seperti dalam Q.s Al-Nur : 31 yang artinya :
“Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan jangnlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya......”
Q.S Al Ahzab: 59 juga menjelaskan “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya• ke seluruh tubuh mereka’ yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Jelas sekali bukan kita di perintahkan Allah untuk menutupi aurat, menjaga pandangan dan sebagainya, itu semua demi kebaikan kaum wanita agar kita terlindung dari orang-orang jahil dan menjadikan ciri has sebagai seorang muslimah..Wah kok jadi serius banget ya bahasannya. (yang satu ini memang sensitif banget bagi kaum hawa).
Lalu bagaimana dengan berhias diri? Saya tidak bisa bohong kalau wanita memiliki kecenderungan berhias di bandingkan laki-laki, tentu saja, tak usah jauh-jauh ambil contoh, saya sendiri saja tidak ingin terlihat tampak kucel dan kumuh di depan banyak orang, namun di samping itu kita juga harus bisa menempatkan diri sebagai muslimah, jangan sampai kita termasuk orang-orang yang tidak akan masuk surga bahkan mencium harumnyapun tidak bisa.
“Akan muncul di akhir umatku, wanita-wanita yang berpakaian namun pada hakikatnya bertelanjang. Di atas kepala mereka terdapat sesuatu (mirip) punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, dan tidak juga akan mencium aroma surga. Padahal bau surga itu dapat di cium dari jarak sekian dan sekian”. (H.R Muslim)
Bagaimana? Sudah dapat jawaban?. Ah ya satu hal lagi islam juga tidak pernah memaksa, itu semua kembali ke diri kita dan perlu di ingat kita akan bertanggung jawab atas apa yang kita kerjakan di dunia.

Hakikat Cantik
Ada beberapa pendapat mengenai hakikat cantik yang saya kutip dari obrolan singkat dengan teman-teman.
“Cantik adalah pesona yang terpancar dari seorang wanita”
“Cantik tidak bisa di pandang dari luarnya saja melainkan sesuatu yang keluar dari pancaran hatinya”
“Cantik itu sesuatu yang enak di pandang mata, kalau wanita cantik artinya wanita yang enak di pandang mata, akhlaknya juga baik, dan yang paling sempurna adalah hatinya juga cantik”.
“Bagiku cantik bukan segalanya yang penting ia tahu bagaimana menata dirinya supaya tampil cantik di depan suaminya nanti”
“Mungkin cantik itu sebuah keindahan yang tak bisa di nilai dari sisi luarnya saja dan tak bisa di lihat dengan mata telanjang tetapi mata hati kita”
“Buat laki-laki sih cantik luar dalam itu lebih oke, tapi lebih baik cantik di mata Allah”
“Kalau aku sih lebih suka perempuan yang tampil alami dan apa adanya kalau yang pakai make up kaya’nya lebih terkesan menipu”
Menurut kebanyakan orang cantik itu indah, mempesona, enak di pandang mata, dan lain sebagainya. Namun itu semua tidak termasuk ke dalam kriteria Muslimah yang sebenarnya. Menurut Burhan Sodiq dalam bukunya “Engkau Memang Cantik” menyatakan Bagi kita cantik adalah sebuah keharusan. Cantik yang alami, cantik yang tidak menganiaya diri.
Cantik alami dan tidak menganiaya diri maksudnya kita tak perlu repot-repot mengoles wajah kita setebal mungkin dengan berbagai kosmetik, perhiasan aksesoris, pergi ke salon yang paling bagus dan paling mahal sampai bikin kantong kita kering, sampai kita tak bisa tinggal di rumah kos-kosan karena nunggak tiga bulan atau sampai kita tak bisa lagi makan karena uangnya sudah habis buat hal-hal yang tidak penting. Kita cukup menampilkan diri kita yang bersih, tidak kucel apa lagi kumuh, kita juga harus menunjukan bahwa betapa sederhananya umat islam sehingga tak perlu berlebihan dalam berhias diri, seperti menebalkan alis atau mencukurnya, memancungkan hidung, melentikan bulu mata, dan lain-lain. Kita cukup mensyukuri apa yang sudah di berikan Allah kepada kita dan itu memang yang terbaik untuk kita. Yang paling penting adalah akhlak serta hati kita yang harus di utamakan. Jangan sampai cantik wajahnya saja tapi tidak shalihah, Allah Maha Pengasih tanpa pilih kasih, Maha Penyayang tanpa pandang sayang, Allah tidak akan mengkhususkan surga bagi orang-orang yang mancung dengan yang mancung saja, orang-orang yang putih dengan yang putih saja, semua akan di sesuaikan dengan amalan kita di dunia.
“Sesungguhnya Allah tidak melihat dari bentuk fisik dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat dari hati Kalian”. (H.R Muslim)
Kesimpulannya cantik fisik bukanlah segalanya dan kita tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk menjadi cantik berikut tips-tps sederhana agar terlihat cantik tidak hanya di depan manusia tapi di mata Allah:
 Senantiasa Ta’at pada Allah dan Rasulnya
 Menjaga diri dari pandangan (gadzhul bashar)
 Menutup aurat
 Senantiasa tampil sederhana dan tidak berlebihan
 Menerima apa yang sudah di berikan Allah
 Senantiasa berakhlak baik kepada siapapun
 Selalu merasa di awasi oleh Allah
 Bersikap bijaksana dalam keadaan apapun
 Selalu menghormati dan menyayangi
 Selalu berfikir positif
 Sabar
Semoga kita bisa menjalaninya termasuk saya. Wallahua’lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar