Jumat, 02 April 2010

Kecantikan mendatangkan petaka

Kecantikan dapat mengundang bahaya
Oleh:Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

لا عيب على من أظهر مذهب السلف وانتسب إليه واعتزى إليه,بل يجب قبول ذلك منه بالاتفاق. فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقا.
“Tidak tercela orang yang menampakkan madzhab Salaf, menisbatkan dan menyandarkan diri kepadanya, bahkan wajib menerima hal itu darinya dengan kesepakatan (para ulama), karena madzhab salaf tidak lain adalah kebenaran."
(Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)
Orang-orang yang terfitnah dengan wajah dan gambar cantik banyak sekali yang terperosok ke dalam perbuatan keji. Memang pantas dinamai perbuatan keji, karena Allah menamakannya perbuatan keji, perbuatan jeleki, kerusakanii, keburukaniii, syubhat dan kejahatan. Seluruh perkara di atas bertentangan dengan kecantikan. Dari situ dapatlah kita ketahui bahwa kecantikan yang disukai oleh Allah bukanlah kecantikan lahiriyah, sebab Allah tidak hanya melihat kecantikan lahiriyah belaka. Amat mustahil hal itu menjadi sesuatu yang disukai oleh Allah. Kecantikan itu ada yang disukai oleh Allah dan ada yang dibenci. Sesungguhnya Allah membenci mempercantik diri (laki-laki) dengan mengenakan sutera dan emas, membenci berhias dengan pakaian kesombongan. Meskipun dengan perhiasan itu seseorang menjadi lebih cantik. Kecantikan ada tiga macam:
1.Kecantikan yang tidak menimbulkan mafsadat. Inilah kecantikan yang dicintai Allah.
2.Kecantikan yang membawa mafsadat dan mengundang kemarahan Allah. Inilah kecantikan yang dibenci Allah.
3.Kecantikan yang mengandung kedua unsur di atas. Jenis kecantikan yang ketiga ini dibenci Allah dari satu sisi dan disukai-Nya dari sisi yang lain.

Ini jika kecantikan tersebut kecantikan buatan, adapun jika kecantikan itu adalah kecantikan alami, bukan buatan ataupun polesan, maka sama sekali tidak berkaitan dengan pahala dan dosa, tidak berkaitan dengan celaan dan pujian Allah, dan tidak berkaitan pula dengan kecintaan dan kebencian-Nya. Kecuali jika kecantikan itu digunakan untuk perkara yang disukai oleh Allah atau untuk perkara yang dibenci oleh Allah, sebagaimana kami jelaskan sebelumnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan suka keindahan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan kotor ucapannya.” v
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai kekejian dan perkataan keji.” vi

Kecantikan dan keburukan memiliki keterkaitan dengan bentuk fisik dan tingkah laku. Tingkah laku itu akan tampak bekasnya pada perkataan dan perbuatannya. Jadi, dari sisi ini ada delapan jenis manusia, dua di antaranya adalah:
1.Yang memiliki kecantikan secara fisik maupun tingkah laku, pada perbuatan maupun perkataan. Merekalah orang yang paling terpuji dan paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lawannya adalah:
2.Yang buruk secara fisik maupun tingkah laku, pada perbuatan maupun perkataan. Merekalah manusia paling buruk dan paling dibenci Allah.

Ada pula yang terangkum pada dirinya dua unsur tersebut. Yaitu cantik dari satu sisi dan buruk pada sisi yang lain. Ada yang kecantikannya lebih dominan daripada keburukannya dan sebaliknya. Dan kadang kala juga berimbang.

Barangsiapa yang sering memperlihatkan keadaan manusia tentu akan mendapatinya demikian. Biasanya antara kecantikan lahir dan kecantikan batin saling berkaitan erat. Sebagaimana antara keburukan lahir dan keburukan batin juga saling berkaitan.

Bagi yang suka memperhatikan keadaan manusia, pasti menemukan hal itu. Pada umumnya kecantikan lahiriyah dan kecantikan batin saling terkait satu sama lain. Demikian pula halnya keburukan lahir dengan keburukan batin. Karena setiap batin terdapat indikasi pada penampilan lahir menunjukkan rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Allah telah menjadikan keterkaitan dan keselarasan antara rupa dan perilaku serta antara lahir dan batin. Dari sisi inilah orang-orang membicarakan tentang firasat. Menggali ilmunya yang merupakan ilmu yang paling tersembunyi dan pelik. Dasarnya adalah mengenal persamaan dan kesesuaian yang Allah tetapkan pada dua hal yang saling memiliki kasamaan. Barangsiapa tidak memiliki sedikit pengetahuan tentang hal ini, maka hampir dapat dipastikan ia tidak akan memperoleh manfaat dari dirinya dan dari orang lain.

Jika engkau perhatikan alam sekitar, jarang sekali engkau dapati makhluk yang jelek rupanya melainkan pasti memiliki perangai yang jelek, perbuatan dan perkataan yang sesuai dengan rupanya yang jelek itu. Kecuali jika ia memperhalus etika dan memperdalam ilmu yang mengeluarkannya dari perangai jelaknya itu. Sebagaimana didapati pada beberapa hewan yang dilatih dan dibimbing sehingga terlepas dari tabiat aslinya. Dan jarang sekali engkau lihat makhluk yang cantik pasti memiliki perangai, perbuatan dan perkataan yang sesuai dengan parasnya yang cantik. Kecuali jika pengaruh yang jelak mengeluarkannya dari tabiatnya. Sebagaimana halnya seorang anak yang lahir di atas fitrah, kalau dibiarkan niscaya dia akan tumbuh di atas fitrah Islam. Akan tetapi, kekufuran mengeluarkannya dari fitrah tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.”

Untuk membedakan antara kesombongan yang dibenci Allah, bahwasanya kesombongan itu bukanlah keindahan. Dan Rasulullah menjelaskan keindahan yang disukai Allah, Rasulullah mengatakan: “Tidak akan masuk Surga siapa saja yang ada di dalam hatinya sebesar biji dzarrah kesombongan.”
Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, seseorang ingin agar bajunya bagus dan sandalnya juga bagus,apakah itu termasuk kesombongan?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Tidak, sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan, kesombongan itu adalah menolakkebenaran dan menghinakan orang lain.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa memakai pakaian dan sandal yang bagus termasuk keindahan yang disukai Allah, sebagaimana firman-Nya:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raf: 31)

Jika penampilan lahir dan batin indah, maka itulah yang disukai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika batin indah tapi penampilan lahirnya tidak indah alias jelek maka disisi Allah bukanlah hal yang merugikannya. Meskipun hina tiada berharga dalam pandangan manusia, tapi di sisi Allah ia mulia dan berharga. Jika seorang hamba memiliki suara yang merdu, namun apabila ia gunakan untuk berbicara yang keji dan bernyanyi, maka Allah membenci suara itu, walaupun suaranya itu suara yang palingmerdu. Sebagaimana Allah membenci kecantikan yang digunakan untuk perbuatan keji. Walaupun kecantikannya itu tiada taranya. Uraian ini sangat bermanfaat sekali untuk menjelaskan perbedaan antara keindahan yang disukai Allah dan yang dibenci-Nya.

Wallahu A’lam

((disadur dari buku Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, penerbit Darul Haq, Jakarta))

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar